Satria Budi Wibawa (SBW) akhirnya turun gunung dengan mendatangi kantor Arema, Jalan Kertanegara Nomor 7 Malang, Jumat (3/4). Kehadiran mantan Direktur PT Arema Indonesia era kepengurusan Bentoel itu untuk meluruskan perihal gonjang-ganjing legalitas yang menghambat Arema bermain di kompetisi Indonesia Super League (musim ini berubah nama menjadi QNB League).
"Jadi pada tanggal 3 Agustus 2009, kita melakukan perubahan pengurus Yayasan Arema, itulah momen perubahan pengelola klub Arema dari Bentoel ke masyarakat Malang Raya yang diwakili Konsorsium, yaitu Pak Muhammad Nur sebagai Ketua Yayasan Arema yang direkomendasikan oleh Manajer Legal waktu itu, Pak Andi Darussalam Tabusalla," terang SBW saat ditemui Wearemania.
Sedangkan, pada waktu itu SBW atas persetujuan Joko Driyono memilih Rendra Kresna dan Mujiono Mujito sebagai Bendahara dan Sekretaris. Pada kurun waktu beberapa hari kemudian, ada perubahan pengurus PT Arema Indonesia, dari yang sebelumnya dijabat orang-orang Bentoel, termasuk Darjoto Setyawan, dkk. dan mengangkat Gunadi Handoko sebagai Direktur Utama untuk menggantikan SBW.
"Itulah start awal dari pengelolaan peralihan Arema dari Bentoel ke Konsorsium. Setelah itu kami memonitor dari belakang sampai akhirnya Arema juara Indonesia Super League (ISL) 2009-2010. Setelah kami anggap stabil dan mampu berdiri sendiri, kami lepas tangan sepenuhnya. Belakangan ini kok ada sengketa antara Arema IPL, Arema ISL, kami tidak tahu sejarahnya," imbuhnya.
"Untuk meluruskan ini, saya menemui Pak Joko Driyono, Pak Iwan Budianto, Pak Nirwan, Pak Darjoto, juga Pak M. Nur di Jakarta beberapa waktu lalu. Intinya, kita memiliki spirit yang sama, bagaimana Arema agar tetap eksis, bermain di ISL, maka kita harus memiliki komitmen untuk duduk bersama untuk menata ulang, supaya secara legalitas ada kesepahaman, sehingga publik tidak terpecah pemahamannya," tegas SBW.

Baca : Penampilan Model Paling Cantik dan Seksi Jersey AREMA CRONUS


0 komentar: